Selama bertahun-tahun, developer Java dan Kotlin yang ingin analisis kode paling tajam harus membuka IntelliJ IDEA. Padahal banyak tim sekarang lebih sering bekerja di VS Code atau Cursor, karena di sanalah AI coding agent mereka berjalan. Pada Oktober 2026 JetBrains menjembatani dua dunia itu: ekstensi Java and Kotlin by IntelliJ IDEA resmi menyentuh versi 1.0 dan keluar dari fase preview gratis.
Kenapa rilis ini penting
Ekstensi ini dibangun di atas Language Server Protocol (LSP), standar yang membuat dukungan sebuah bahasa cukup ditulis sekali lalu bisa dipakai di editor mana pun yang mendukung LSP. Artinya, mesin analisis IntelliJ IDEA untuk Java dan Kotlin kini bisa hidup di VS Code dan Cursor, dua editor yang paling banyak dipakai bersama agen AI.
Sisi yang paling menarik bukan soal editor manusia, melainkan soal agen. Menurut JetBrains, agen dapat memanggil LSP secara langsung sehingga hasilnya lebih cepat dan lebih deterministik, dan yang tak kalah penting, konsumsi token lebih sedikit. Ini masuk akal: agen tidak perlu membaca dan mengurai banyak file untuk menebak struktur proyek jika language server sudah bisa menjawabnya secara presisi.
Apa saja isi versi 1.0
- Dukungan proyek Java, Kotlin, dan proyek campuran keduanya.
- Completion cerdas, navigasi, dan analisis kode dari mesin IntelliJ IDEA.
- Refactoring serta bantuan pengeditan.
- Dukungan build tool Maven, Gradle, dan Bazel.
- Performa yang stabil di proyek besar maupun monorepo.
- Dukungan test runner untuk JUnit.
- Kemampuan debugging, termasuk emulated breakpoints dan async stack trace.
Khusus di Cursor, tersedia dukungan untuk Agents Window. Language server dapat dijalankan sebagai instance tersendiri agar analisis berbasis inspection IntelliJ IDEA tersedia bagi agen, termasuk dukungan nullability JSpecify dan kekhususan Spring Framework.
Cara memasang di VS Code atau Cursor
- Buka VS Code atau Cursor. Di Cursor, aktifkan dulu mode IDE.
- Tekan Ctrl atau Cmd + P.
- Jalankan perintah pemasangan ekstensi berikut di command palette.
.ext install JetBrains.intellij-server
Bisa juga memasang dari Visual Studio Marketplace atau Open VSX Registry dengan nama ekstensi yang sama. Setelah terpasang, buka proyek Java atau Kotlin. Ekstensi akan menganalisis proyek dan mengimpornya berdasarkan file build Maven, Gradle, atau Bazel yang ditemukan, lalu mengaktifkan fitur bahasa Java dan Kotlin di editor.
Catatan penting sebelum pasang di kantor
- Lisensi berbayar. Mulai versi 1.0 pemakaiannya memerlukan langganan IntelliJ IDEA Ultimate setelah masa uji 30 hari. Satu lisensi menaungi kemampuan Java dan Kotlin di IDE desktop maupun editor lain. JetBrains menyebut lisensi ini dirancang untuk pemakaian manusia dan akan mengumumkan model lisensi khusus untuk pemakaian agen murni.
- Potensi konflik ekstensi. Analisis kode dan quick-fix-nya tumpang tindih dengan ekstensi Java dari Red Hat dan Oracle. JetBrains menyarankan menonaktifkan ekstensi tersebut selama memakai ekstensi baru ini. Ekstensi lain seperti Spring Tools tetap aman dipakai bersama.
- Uji dulu, jangan langsung rollout. Pasang pada satu atau dua developer, bandingkan waktu build dan perilaku analisis, baru diputuskan untuk tim.
Yang menyusul setelah 1.0
JetBrains menyebut pada rilis berikutnya agen yang dijalankan lewat Agents view di Cursor atau VS Code bisa memanggil LSP secara langsung saat menulis kode, sehingga hasilnya lebih cepat, lebih baik, atau lebih hemat biaya. Di jalur paralel, mereka bereksperimen membawa kecerdasan berbasis LSP dan Debug Adapter Protocol ke alur kerja agen berbasis terminal seperti Claude Code atau Codex.
Artinya untuk pengelola TI di Indonesia
Bagi instansi dan perusahaan yang memelihara aplikasi Java seperti sistem kepegawaian, keuangan, atau aplikasi desa berbasis Spring, rilis ini masuk akal untuk dicoba. Banyak proyek warisan memakai Maven atau Gradle dengan monorepo besar, dan justru di situ language server berbasis IntelliJ IDEA memberi nilai: navigasi dan refactoring tetap konsisten meski developer memilih editor ringan. Tambahan keuntungannya, agen AI yang berjalan di editor tersebut bekerja dengan informasi struktur proyek yang lebih akurat sehingga prompt dan konteks yang dikirim lebih hemat.
Langkah praktisnya: cek versi editor, pasang ekstensi, nonaktifkan ekstensi Java yang berpotensi bentrok, catat tanggal mulai masa uji 30 hari, lalu hitung kebutuhan lisensi sebelum masa uji berakhir. Untuk lingkungan produksi yang sensitif, pastikan kebijakan pemakaian agen AI tetap mengikuti aturan internal, terutama soal kode yang boleh dikirim ke layanan pihak ketiga.
Sumber: JetBrains Blog — IntelliJ IDEA Java and Kotlin for Cursor and VS Code Hits 1.0, Visual Studio Marketplace, Open VSX Registry, dan dokumentasi resmi ekstensi.
