Node.js 26 Resmi Jadi LTS Lithium, Dukungan sampai April 2029
  easystem   30 Oktober 2026   Developer

Node.js 26 resmi menyandang status Long Term Support (LTS) dengan nama kode Lithium pada 28 Oktober 2026 melalui rilis v26.13, sehingga versi ini baru bisa dianggap layak untuk server produksi. Dukungan perbaikan bug kritis dan patch keamanan berjalan sampai akhir April 2029, sekitar 30 bulan sejak rilis perdananya pada 5 Mei 2026.

Bagi tim yang masih bertahan di Node.js 20 (EOL 24 Maret 2026) atau Node 18 (EOL 27 Maret 2025), keputusan ini membuka jendela migrasi paling masuk akal. Node 24 "Krypton" dan Node 22 "Jod" memang masih berstatus LTS, tetapi keduanya sudah berada di fase maintenance sehingga inovasi berikutnya ada di jalur 26.

Isi rilis: metadata, bukan fitur baru

Catatan rilis v26.13 menyebut tidak ada perubahan kode selain pembaruan metadata seperti objek process.release untuk menandai status LTS, sementara semua fitur besarnya sudah masuk sejak Node.js 26 versi stabil dirilis pada 5 Mei 2026. Ada tiga hal yang paling terasa dalam pekerjaan sehari-hari:

  • Temporal API kini aktif secara default sebagai pengganti objek Date, dan ini sangat membantu aplikasi yang mencatat absensi, jadwal, atau transaksi lintas zona WIB, WITA, dan WIT.
  • V8 14.6 dari Chromium 146 membawa proposal Upsert lewat metode getOrInsert pada Map serta Iterator.concat() untuk menggabungkan beberapa iterator sekaligus.
  • Undici 8 menjadi basis HTTP client bawaan Node, termasuk di balik fungsi fetch() yang dipakai hampir semua aplikasi web modern.
nvm install 26
nvm use 26
npm ci && npm test

Yang dihapus perlu diperiksa dulu

Karena 26 adalah rilis major, sejumlah API lama benar-benar dicabut dan aplikasi yang masih memanggilnya akan gagal saat dijalankan. Berikut daftar yang paling sering muncul di proyek berumur:

  • Fungsi writeHeader pada objek http.Server sudah dihapus total, sehingga kode lama harus diganti memakai writeHead.
  • Enam modul stream internal berawalan _stream_ (antara lain _stream_wrap dan _stream_readable) dihapus seluruhnya dari runtime.
  • module.register() kini berstatus deprecation runtime, sedangkan dukungan flag eksperimental untuk konversi tipe di modul sudah tidak tersedia.
  • DEP0182 masuk End-of-Life, sementara DEP0203 dan DEP0204 berubah menjadi deprecation runtime pada rilis ini.
  • Bagi yang mengompilasi Node dari source, kebutuhan GCC naik ke versi 13 dan dukungan build dengan Python 3.9 dihentikan.

Cara paling aman mengukur dampaknya adalah menjalankan npm ls lalu menelusuri dependency yang masih memanggil API di atas, karena modul pihak ketiga yang tidak dirawat biasanya menjadi penyebab utama kegagalan setelah upgrade.

Catatan untuk administrator server Linux

Sejak Node.js 25, binary resmi untuk Linux di-link terhadap pustaka libatomic yang pada sebagian distribusi perlu dipasang terpisah. Di Debian dan Ubuntu, satu perintah berikut biasanya sudah cukup:

sudo apt update && sudo apt install -y libatomic1

Gejalanya khas, yaitu node gagal dijalankan karena pustaka libatomic tidak ditemukan padahal instalasi terlihat sukses. Kasus ini sering muncul di server minimal, container scratch, atau VPS dengan image yang dipangkas.

Langkah migrasi yang aman

  1. Catat kondisi awal dengan menyimpan hasil node -v, npm -v, dan npm ls --depth=0 agar bisa dibandingkan setelah upgrade selesai.
  2. Uji di staging lebih dulu memakai nvm install 26 dan nvm use 26, kemudian jalankan seluruh test suite sebelum menyentuh produksi.
  3. Perbarui image Docker ke base node:26, rebuild, dan pastikan proses instalasi tetap memakai lockfile lewat npm ci.
  4. Jalankan npm audit untuk meninjau dependency yang belum mendukung Node 26 atau masih punya celah keamanan terbuka.
  5. Deploy bertahap sambil menyimpan image dan versi lama sebagai jalur rollback jika ternyata ada regresi.

Siklus rilis berubah mulai Node.js 27

Halaman resmi Node.js Releases mencatat perubahan penting, yakni mulai Node 27 siklus rilis menjadi tahunan dan setiap versi major akan masuk LTS setelah enam bulan fase Current ditambah enam bulan fase Alpha. Artinya tidak ada lagi versi ganjil yang hanya dipakai sekali, dan tim bisa menyusun kalender upgrade setahun sekali dengan lebih tenang. Versi 27 sendiri baru sampai tahap alpha pada 29 Oktober 2026, jadi belum layak untuk produksi.

Rekomendasi untuk tim pengelola aplikasi

Untuk layanan produksi, termasuk aplikasi desa, sekolah, dan sistem internal instansi, Node.js 26 "Lithium" sekarang menjadi pilihan paling aman. Node 24 masih layak dipakai bagi sistem yang belum siap migrasi asalkan tetap menerima patch keamanan, sedangkan bertahan di versi EOL berarti menumpuk celah keamanan tanpa perbaikan sama sekali.

Kebiasaan kecil yang berdampak besar adalah mengunci versi Node lewat field engines di package.json dan menyamakannya dengan versi yang dipakai CI serta Docker. Upgrade runtime yang tidak seragam antara laptop developer dan server adalah sumber bug "di lokal jalan, di server error" yang paling sering kami temui.

Sumber: catatan rilis resmi Node 26.13 (LTS), catatan rilis Node 26, dan halaman jadwal rilis Node.js.

Tags :

nodejs , javascript , Backend , upgrade

Bagikan :