Linux CVE-2026-98432 Skor 9.8: Patch Kernel Server Anda Sekarang
  easystem   04 November 2026   panduan

Ada kabar yang perlu dibaca sebelum Anda membuka tiket lain hari ini. Pada 1 November 2026, Red Hat merilis perbaikan kernel untuk kerentanan di jalur TCP IPv4 Linux yang oleh tim CVE kernel Linux dinilai 9,8 dari 10 (Critical), meski Red Hat sendiri awalnya memberi skor 5,9 Moderate sebelum menaikkannya. Kerentanan ini diberi nomor CVE-2026-98432.

Yang membuatnya serius: penyerang tidak perlu akun, tidak perlu login, dan tidak perlu berada di jaringan yang sama. Cukup bisa mengirim paket TCP ke port yang terbuka di server Anda. Bagi pengelola server pemda, desa, sekolah, atau aplikasi UMKM yang menghadap internet 24 jam, ini bukan berita teknologi yang bisa ditunda sampai bulan depan.

Apa yang sebenarnya rusak di kernel

Ini adalah use-after-free di kode TCP IPv4. Ketika server menerima koneksi IPv4 TCP, kernel meneruskan opsi IP dari permintaan masuk ke socket baru tanpa menyalinnya. Jika klien mengirim ulang permintaan koneksi (retransmisi SYN) sementara prosesor lain masih membaca opsi yang sama, kernel bisa membaca memori yang sudah dibebaskan.

Pemicunya adalah paket dengan opsi IPv4 Record Route atau Timestamp yang dikirim ke port TCP mana pun yang listening, sedangkan jalur IPv6 tidak terdampak pada jalur utama. Bug ini sudah ada sejak Linux 4.4 dan perbaikan di hulu baru masuk pada Oktober 2026. Artinya, server yang jarang di-reboot dan jarang di-update hampir pasti masih membawa kode rentan ini.

Siapa yang sudah punya perbaikan

Red Hat Enterprise Linux sudah menerbitkan kernel baru pada 1 November 2026, dan wajib reboot setelah instalasi:

  • RHEL 8.10: kernel 4.18.0-553.182.1.el8_10, erratum RHSA-2026:93414
  • RHEL 9.8: kernel 5.14.0-687.64.1.el9_8, erratum RHSA-2026:93412
  • RHEL 10.2: kernel 6.12.0-211.72.1.el10_2, erratum RHSA-2026:93413

Untuk keluarga Ubuntu, situasinya sedikit berbeda dan perlu dicermati. Canonical menyatakan perbaikan untuk tiga rilis LTS terbaru sudah tersedia, tetapi masih berada di pocket -proposed, yaitu kanal pengujian yang harus diaktifkan manual dan tidak terpasang otomatis:

  • Ubuntu 22.04 LTS: kernel 5.15.0-203.213 (di -proposed)
  • Ubuntu 24.04 LTS: kernel 6.8.0-149.149 (di -proposed)
  • Ubuntu 26.04 LTS: kernel 7.0.0-43.43 (di -proposed)
  • Ubuntu 26.10: sudah fixed di kernel 7.3.0-10.10

Ubuntu 20.04, 18.04, dan 16.04 belum punya perbaikan sama sekali dan memerlukan Expanded Security Maintenance melalui Ubuntu Pro. Canonical belum memberi tanggal rilis untuk kanal reguler, jadi jangan berasumsi patch akan datang sendiri minggu ini.

Distribusi lain: Debian, Oracle Linux, dan SUSE sudah merilis perbaikan pada Oktober 2026. Amazon Linux menilai kerentanan ini 8,1 (Important) dengan dampak utama crash dan kemungkinan korupsi memori, dan sudah menambal seluruh paketnya antara 24 sampai 30 Oktober 2026.

Cek apakah server Anda terdampak

Sebelum panik, pastikan dulu versi kernel yang benar-benar berjalan. Tiga perintah ini cukup:

  1. uname -r untuk melihat kernel yang aktif, lalu bandingkan hasilnya dengan daftar versi di atas. Jika lebih lama, server Anda belum aman.
  2. apt list --upgradable 2>/dev/null | grep linux-image untuk Ubuntu, atau dnf updateinfo list kernel untuk RHEL dan turunannya, guna melihat apakah paket perbaikan sudah tersedia di repo.
  3. ss -tlnp untuk melihat port TCP mana saja yang terbuka ke publik. Setiap port yang listening adalah permukaan serangan untuk bug ini, jadi tutup yang tidak perlu.

Kalau belum bisa patch hari ini

Red Hat menerbitkan aturan nftables sementara pada 30 Oktober 2026 yang membuang paket TCP IPv4 yang membawa opsi IP:

table inet cve_2026_98432 { chain input { type filter hook input priority -310; policy accept; ip protocol tcp ip hdrlength > 5 counter drop } }

Aturan ini menyaring berdasarkan panjang header IP: header normal 20 byte (hdrlength 5), sedangkan header dengan opsi lebih panjang. Namun ada beberapa catatan penting yang sering dilewatkan:

  • Filter ini hanya berlaku di host tempat aturan dimuat, sementara trafik antar container di host yang sama bisa melewatinya.
  • Aturan ini memblokir pemicu yang diketahui, tidak sepenuhnya mencegah eksploitasi, dan bisa memutus aplikasi yang memang membutuhkan opsi IPv4.
  • Mematikan Multipath TCP (MPTCP) saja tidak cukup, karena celahnya ada di jalur TCP IPv4 biasa dan Canonical menyatakan update keamanan sebagai satu-satunya mitigasi yang tepat.

Status eksploitasi dan alasan untuk bergerak cepat

Sampai berita ini ditulis, yang beredar di GitHub baru kode proof-of-concept yang memicu race condition dan mendeteksi apakah kernel membocorkan memori yang sudah dibebaskan pada balasan SYN-ACK, belum sampai eksekusi perintah. Namun skor 9,8 dengan pemicu yang bisa dikirim siapa saja biasanya cepat berkembang menjadi eksploitasi nyata, dan riwayat kerentanan kernel menunjukkan jarak antara PoC dan serangan massal bisa hanya hitungan hari.

Langkah praktis untuk pengelola TI instansi

  1. Inventarisasi. Catat versi kernel semua server, VPS, dan perangkat jaringan berbasis Linux yang Anda kelola, termasuk yang ada di kantor desa dan lab sekolah, bukan hanya server pusat.
  2. Uji di staging. Update kernel bisa menggagalkan driver khusus, modul VPN, atau aplikasi lama, jadi pastikan Anda punya jalur rollback sebelum menyentuh server produksi.
  3. Jadwalkan reboot. Perbaikan kernel tidak aktif sampai mesin dinyalakan ulang, sehingga jendela maintenance sebaiknya dipilih di luar jam layanan dan pengguna diberi tahu lebih dulu.
  4. Aktifkan update keamanan otomatis untuk server yang tidak butuh kontrol ketat, agar kejadian serupa tidak lagi bergantung pada ingatan seseorang.
  5. Dokumentasikan. Setelah patch, jalankan uname -r lagi dan simpan hasilnya sebagai bukti kepatuhan untuk audit.

Kerentanan seperti ini juga pengingat bahwa sebagian besar insiden di lingkungan instansi tidak dimulai dari serangan canggih, melainkan dari sistem yang tertinggal beberapa bulan dari patch terakhir. Sambil menunggu jadwal reboot, ada baiknya sekalian memeriksa akun default, plugin yang tidak terpakai, dan port administrasi yang terbuka ke internet.

Sumber: The Hacker News: Red Hat Patches 9.8-Rated Linux TCP RCE Flaw, Ubuntu CVE-2026-98432, Red Hat RHSB-2026-016.

Tags :

CVE-2026-98432 , linux , keamanan server , patch , RHEL , ubuntu

Bagikan :