Cloudflare Rilis cf: CLI Baru untuk Agen AI, Wrangler Menuju Pensiun
  easystem   06 Oktober 2026   Developer

Cloudflare membuka open beta cf — CLI baru yang dirancang khusus untuk agen AI — dan menandai dimulainya masa pensiun bertahap Wrangler, alat baris perintah yang selama bertahun-tahun jadi andalan developer Cloudflare Workers. Pengumuman ini dirilis dalam rangkaian Cloudflare Birthday Week pada 28 September 2026, lalu diberitakan ulang InfoQ pada 6 Oktober 2026.

Perubahannya bukan sekadar ganti nama. Data Cloudflare menunjukkan pergeseran besar: pada Maret 2026, agen AI bertanggung jawab atas seperempat penggunaan Wrangler, dan pekan sebelum pengumuman angkanya menembus 48%. Agen juga memakai hampir dua kali lebih banyak perintah berbeda per hari dan hampir empat kali lebih sering menjalankan enam perintah atau lebih. Singkatnya, pengguna utama CLI sekarang bukan lagi manusia.

Kenapa Wrangler digantikan

Wrangler dibangun bertahun-tahun oleh banyak tim produk dengan gaya masing-masing. Hasilnya, dari sekitar 280 command path, terminologinya tidak konsisten — ada d1 info, hyperdrive get, sampai workflows describe. Cloudflare ingin menstandarkan semuanya sekaligus memperluas cakupan.

Caranya lewat Forge, pipeline pembuat API terpadu milik Cloudflare yang juga di-open-source-kan. Karena semua layanan Cloudflare punya skema OpenAPI, Forge bisa men-generate perintah CLI langsung dari skema tersebut. Hasilnya, cf mencakup lebih dari 3.000 operasi API — bukan hanya 280 — sehingga agen bisa mengurus worker, deployment, monitoring, Cloudflare Access, pembelian domain, hingga WAF dari satu alat.

Empat hal baru yang dibawa cf

  • JSON jadi output default. Sebelumnya agen harus menempel --json di tiap perintah Wrangler dan menyaring keluarannya dengan jq. Di cf, JSON adalah antarmuka utama — rapi untuk manusia, ringkas untuk agen agar menghemat konteks.
  • Pencarian perintah untuk agen. Perintah cf cli search memungkinkan agen bertanya dengan bahasa natural dan mendapat daftar perintah yang relevan, tanpa membengkakkan konteks.
  • Konfigurasi TypeScript. Format wrangler.toml/wrangler.jsonc digantikan cloudflare.config.ts yang bertipe kuat. Agen dan editor (lewat LSP) jadi bisa memahami skema konfigurasi dengan jauh lebih akurat. Di internal Cloudflare, file konfigurasi yang tadinya lebih dari 5.000 baris bisa dipangkas hingga 40%.
  • Vite sebagai default. Dev server bawaan cf memakai Vite lengkap dengan hot module replacement dan build berbasis Rolldown, plus Cloudflare Vite Plugin serta plugin Vitest untuk testing.

Cara mencoba cf sekarang

cf masih open beta, open source (lisensi Apache 2.0 atau MIT), dan bisa dipasang global lewat npm:

npm i -g cf

cf --help                      # lihat perintah yang tersedia
cf cli search "buat worker"    # cari perintah dengan bahasa natural
cf init                        # mulai project baru (Hello World)
cf deploy                      # deploy — static site tanpa file config

Konfigurasi project ditulis dalam TypeScript. Contoh sederhananya seperti ini:

import { bindings, defineConfig } from "cf/config";
import * as entrypoint from "./index.js" with { type: "cf-worker" };

export default defineConfig(({ mode }) => ({
  worker: {
    name: "example-worker",
    entrypoint,
    compatibilityDate: "2026-09-27",
    env: {
      API_URL: bindings.text(mode === "production"
        ? "https://example.com"
        : "https://staging.example.com"),
      API_TOKEN: bindings.secret(),
    },
  },
}));

Binding seperti bindings.kv(), bindings.d1(), bindings.r2(), bindings.queue(), dan bindings.vectorize() dikenali editor lengkap dengan autocomplete — dan tentu saja oleh agen AI yang membacanya.

Migrasi dari Wrangler

  1. Project yang sudah ada cukup menjalankan cf migrate. Worker yang sudah memakai Vite akan otomatis dikonversi ke cloudflare.config.ts.
  2. Worker yang masih bergantung pada esbuild (termasuk Worker Rust dan Python) tetap dibangun lewat Wrangler di belakang layar, jadi tidak ada yang langsung rusak.
  3. Setelah open beta berakhir, Cloudflare akan merilis versi major terakhir Wrangler yang mengarahkan pengguna ke cf, dengan dukungan maintenance selama 18 bulan setelahnya.

Artinya, belum perlu buru-buru: project yang masih memakai wrangler.jsonc boleh terus berjalan, sementara migrasi bisa dijadwalkan sambil mencoba cf untuk project baru.

Pro-kontra di komunitas

Pilihan menulis cf dengan TypeScript sempat jadi diskusi hangat di Hacker News. Sebagian developer mempertanyakan startup time, portabilitas, dan manajemen dependency untuk sebuah CLI; Cloudflare beralasan TypeScript membuat konfigurasi lebih mudah dipahami manusia maupun agen berkat type safety dan dukungan LSP.

Terlepas dari debat itu, arahnya cukup jelas: CLI generasi berikutnya dirancang dengan asumsi pengguna utamanya adalah agen. JSON sebagai default dan command discovery yang ramah agen berpotensi jadi standar baru di alat-alat lain. Untuk developer dan tim IT di Indonesia yang memakai Cloudflare Workers, Pages, atau mengelola DNS lewat terminal, cf layak dicoba sekarang — setidaknya untuk mengenali pola kerja baru ini sebelum masa migrasi benar-benar tiba.

Sumber: Introducing cf: the agentic CLI for the entire Cloudflare API — Cloudflare Blog; Cloudflare Introduces CLI for AI Agents, Sunsetting Wrangler — InfoQ.

Tags :

cloudflare , cli , AI , wrangler

Bagikan :